Novel : Me and My Sister in Magical School
“Kakak!! Bangun!! Kau harus ke sekolah
sekarang”
Suara adikku yang nyaring membuatku
bangun. Saat aku melihat jam weker menunjukkan jam setengah delapan pagi. Saat
aku mengetahui hal itu membuatku ingin tidur lagi tetapi tidak bisa karena
sudah terbangun karena suara adikku yang masih terngiang di telingaku. Dengan
terpaksa aku turun dari kasur dan membawa handukku untuk mandi. Di kamar mandi,
bermenung selama 5 menit mungkin lebih karena masih dalam keadaan megantuk.
Setelah 10 menit berlalu, barulah aku mandi dan menikmati dinginnya air.
Setelah mandi, aku menghanduki diriku dan pergi ke kamar.
Di kamar, aku melakukan hal yang seperti
biasa yang orang lain lakukan di pagi hari. Memakai pakaianku, menyisir rambut,
memakai pewangi dan memasukkan beberapa buku. Setelah itu aku berjalan ke arah
dapur lebih tepatnya ruang makan dimana adikku dan kedua orang tuaku menungguku
untuk sarapan bersama.
“Akhirnya kakak selesai juga, kami sudah
menunggu kakak dari tadi loh”
Adikku cemberut melihatku yang terlalu
lama untuk mempersiapkan diri. Mungkin karena aku satu-satunya kakaknya makanya
dia bersikap seperti ini.
“maaf maaf, habisnya alarmku belum
berbunyi makanya aku masih tidur”
Mungkin terlihat seperti jawaban yang asal
tapi memang begitulah keadaan yang sebenarnya. Semalam aku menyetel alarmku
pada jam delapan kurang lima belas menit. Dan adikku datang lima belas menit
lebih cepat
“kalian jangan bertengkar lagi, dan kakak
kau juga harus duduk”
“baik ayah”
Ayahku sepertinya agak marah karena aku
dan adikku selalu seperti ini setiap pagi. Jadinya aku harus menuruti perkataan
ayahku.
“kalian berdua benar benar akrab ya”
Ibuku menyahut sambil membawa makanan yang
sudah di masak olehnya. Senyum ibuku selalu menenangkan hatiku, walau begitu
sepertinya hari ini adalah hari terakhir aku akan bersama mereka karena aku
sudah mendaftarkan diri ke sekolah sihir. Memang benar, mungkin karena
kehidupanku dan keluargaku seperti modern tapi di dunia modern ini masih ada
sihir tapi orang sangat jarang mengetahuinya. Bahkan kedua orang tuaku tidak
tau kalau aku masuk sekolah sihir di dunia modern. Yang tau hanya diriku dan
adikku yang juga akan masuk sekolah yang sama denganku.
“kalian masuk sekolah ber-asramakan? Ibu
harap kalian baik baik saja di sana”
Seperti biasa, kasih sayang seorang ibu
tidak bisa di gantikan. Meliat wajah ibuku yang sedikit sedih itu membuatku
merasa bersalah karena membohonginya.
“iya, kami akan masuk sekolah ber-asrama.
Kami baik-baik saja dan kami juga akan menjaga diri”
Dengan mengucapkan hal itu, ibuku merasa
lega. Mungkin karena khawatir ya jadinya begini. Dan setelah beberapa
percakapan kecil, kami selesai memakan sarapan kami.
Aku dan adikku kemudian ke pintu keluar
dan memasang sepatu kami. Setelah itu kami pamit undur diri ke orang tua kami
“kami pergi!!”
Sembari mengucapkan hal itu, kami keluar
dan menuju ke sekolah sihir
Komentar
Posting Komentar